Selasa, 08 Mei 2012

Strategi Pembangunan Ekonomi Indonesia

Salah satu konsep penting yang perlu diperhatikan dalam mempelajari perekonomian suatu negara adalah mengetahui tentang strategi pembangunan ekonomi. Strategi pembangunan ekonomi diberi batasan sebagai suatu tindakan pemilihan atas faktor-faktor (variabel) yang akan dijadikan faktor/variabel utama yang menjadi penentu jalannya proses pertumbuhan. Beberapa strategi pembangunan ekonomi adalah:

  1. Strategi Pertumbuhan
  2. Strategi Pembangunan dengan Pemerataan
  3. Strategi Ketergantungan
  4. Strategi yang berwawasan ruang
  5. Strategi pendekatan kebutuhan pokok 

Dan pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang Strategi Pembangunan dengan Pemerataan.
Keadaan sosial antara si kaya dan si miskin mendorong para ilmuwan untuk mencari alternatif. Alternatif baru yang muncul adalah strategi pembangunan pemerataan. Strategi ini dikemukakan oleh Ilma Aldeman dan Morris. Yang menonjol pada pertumbuhan pemerataan ini adalah ditekannya peningkatan pembangunan melalui teknik social engineering, seperti melalui penyusunan rencana induk, paket program terpadu. Dengan kata lain, pembangunan masih diselenggarakan atas dasar persepsi, instrumen yang ditentukan dari dan oleh mereka yang berada “diatas” (Ismid Hadad, 1980). Namun ternyata model pertumbuhan pemerataan ini juga belum mampu memecahkan masalah pokok yang dihadapi negara-negara sedang berkembang seperti pengangguran masal, kemiskinan struktural dan kepincangan sosial.
Berikut adalah contoh kasus strategi pemerataan pembangunan yang terjadi di Provinsi Banten.
Tak dapat dipungkiri, kondisi geografis suatu daerah mempunyai peranan penting dalam kemajuan pembangunan. Daerah yang berada di wilayah strategis sangat signifikan dalam mempercepat dan meningkatkan pembangunan ekonomi. Sebagai contoh, Provinsi Banten yang secara geografis bisa dibagi dalam dua wilayah pembangunan, yaitu utara dan selatan. Bagian utara meliputi Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Cilegon. Sedangkan bagian selatan meliputi Kabupaten Lebak, Pandeglang, dan Serang.
Daerah bagian selatan relatif tertinggal dibandingkan daerah bagian utara. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), PDRB 2009 di Kabupaten Pandeglang dan Lebak bagian selatan masing-masing mencapai Rp 3,9 miliar dan Rp 3,8 miliar. Sedangkan bagian utara seperti Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang mencapai Rp 17 miliar dan Rp 27 miliar. Padahal, Kabupaten Lebak dan Pandeglang luasnya 63,89 persen dari luas Banten. Sementara Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang hanya 12.06 persen luas Banten.
Kondisi tersebut disebabkan oleh geografi-strategis daerah bagian utara yang sangat dekat dengan kota metropolis DKI Jakarta. Posisi Tangerang dan Kota Tangerang sebelah utara merupakan hinterland bagi DKI Jakarta. Tangerang lebih melayani Jakarta dibandingkan wilayah selatan. Sebaliknya, bagian selatan seolah menjadi daerah yang berdiri sendiri. Di samping itu, kawasan bagian utara merupakan spill over (tumpahan) pembangunan di DKI Jakarta. Bisa dilihat misalnya, Kota Tangsel yang relaf baru sudah memiliki indikator pembangunan sangat baik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tangsel sudah mencapai 75,1 dan pendapatan per kapita Rp 8.459 juta lebih.
Oleh karena itu, ketimpangan yang terjadi antara utara-selatan harus segera diatasi, salah satunya, melalui strategi pembangunan jangka panjang dengan memaksimalkan potensi daerah tertinggal. Saat ini, strategi yang tengah dikembangkan, antara lain, dengan menjadikan daerah bagian selatan sebagai kawasan minapolitan. Konsep utamanya adalah pembangunan kelautan dan perikanan yang berbasis kawasan dengan keterpaduan lintas sektor untuk peningkatan taraf hidup masyarakat. Sedangkan prinsipnya adalah pengembangan kewilayahan yang efektif, efisien disertai dukungan lintas sektor.
Lokasi-lokasi pengembangan minapolitan Banten meliputi Pelabuhan perikanan Nusantara (PPN) Karangantu, Kota Serang, Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Kabupaten Pandeglang, kawasan budidaya rumput laut Pontang, Kota Serang, dan kawasan budidaya kerang Panimbang dan kawasan pangkalan pendaratan ikan (PPI) Binuangeun. Lokasi itu merupakan sentra pengembangan perikanan yang diprioritaskan. Mulai 2012 empat kawasan pelabuhan perikanan tersebut akan menjadi kawasan minapolitan di Banten untuk jenis perikanan tangkap.
Anggaran sektoral pada DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) Banten akan difokuskan untuk memberikan input produksi serta sarana dan prasarana pokok. Sedangkan yang lintas sektoral berupa penyediaan prasarana pendukung seperti jalan, saluran irigasi serta dukungan lain yang diperlukan. Dalam pelaksanaannya, sebagain besar yang dimiliki akan difokuskan pada lokasi minapolitan dimaksud.
Proyek pengembangan kawasan minapolitan di Banten ini akan menjadi percontohan nasional bagi sektor kelautan dan perikanan. Karena itu, proyek ini perl dikawal oleh seluruh elemen masyarakat supaya proyek ini berhasil. Pengembangan kawasan minapolitan harus menjadi prioritas utama yang dikerjakan sungguh-sungguh di masing-masing daerah. Dukungan dan kerja sama semua pihak sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program strategis ini, sehingga kesenjangan pembangunan dapat teratasi. 

Daftar Pustaka:

Sabtu, 05 Mei 2012

Tugas: Pengantar Komputer dan Teknologi Informasi 2B

Pertanyaan:

  1. Sebutkan dan jelaskan lapisan-lapisan sistem UNIX
  2. Sebutkan dan jelaskan kemampuan sistem operasi UNIX
  3. Jelaskan otoritas masing-masing pemakai sistem operasi UNIX/LINUX
  4. Jelaskan dan berilah contoh 5 perintah di UNIX/LINUX
  5. Buatlah direktori menggunakan perintah UNIX/LINUX dengan susunan direktori sebagai berikut: (gambar tidak tersedia)
Jawaban:
1. a. Lapisan System Hardware adalah lapisan yang paling dalam yang terdiri dari         komputer dan piranti pendukungnya seperti disk, tape, printer, dll.
    b. Lapisan Kernel adalah otak dari otak sistem operasi. Merupakan sejumlah             program yang menangani secara detail sumber daya komputer.
    c. Lapisan Utilitas adalah lapisan yang berfungsi untuk melakukan akses                     sistem bagi pemakai.
    d. Lapisan Shell adalah lapisan terluar dari sistem UNIX yang merupakan                   penghubung antara pemakai dan sistem.

2. - Multiuser Sistem: dapat digunakan oleh lebih dari satu orang pada satu waktu.
    - Multitasking Sistem: dapat melakukan beberapa tugas atau proses pada                 waktu yang bersamaan.
    - Portabilitas: dapat dengan mudah diadaptasikan ke sistem operasi yang lain.
    - Sistem File Hirarki: memungkinkan pemakai mengorganisasikan informasi             atau data dalam bentuk struktur pohon (tree) yang terdiri dari file dan direktori.

3. Kelompok yang dapat mengakses suatu file dan direktori pada UNIX dibagi             menjadi 3 bagian:
  • Owner: pemakai yang menciptakan file atau direktori bersangkutan.
  • Group: kelompok sejumlah pemakai yang mempunyai hak sama (hanya bisa membaca dan menambah).
  • Other: semua pemakai diluar Owner dan Group.
    Pemakai berdasarkan wewenang terhadap sistem:
  • Superuser: pemakai dengan wewenang tertinggi yang dapat melakukan apa saja terhadap sistem.
  • Pemakai biasa: pemakai yang mempunyai hak terbatas terhadap home direktori masing-masing.
4. # cp : membuat salinan (copy) file.
    contoh: $ cp file1.doc file1b.doc

    # mv : mengganti nama file menjadi nama baru.
    contoh: $ mv file1.doc data1.doc


    # mkdir : membuat direktori baru.
    contoh: $ mkdir tugas


    # rm : menghapus file.
    contoh: $ rm file1.doc


    # cat : melihat isi file.  
    contoh: $ cat file1.doc


5. root@localhost[/]$# cd home
    root@localhost[/]$# mkdir universitas
    root@localhost[/]$# cd universitas
    root@localhost[/home/universitas]$# mkdir filkom fe fti
    root@localhost[/home/universitas]$# cd filkom
    root@localhost[/home/universitas/filkom]$# mkdir si sk
    root@localhost[/home/universitas/filkom]$# cd . .
    root@localhost[/home/universitas]$# cd fe
    root@localhost[/home/universitas/fe]$# mkdir ak ma
    root@localhost[/home/universitas/fe]$# cd
    root@localhost[/]$#

Selasa, 20 Maret 2012

Dasar Pemasaran

Fitria Kartika Mukti (22211930)
Nicky Raulika A      (25211158)
Novice Lebrie S      (25211246)


Dalam tulisan kali ini, kami ingin memberikan contoh sehubungan dengan mata kuliah Dasar Pemasaran: Lingkungan Pemasaran. Dan untuk contoh kali ini kami akan membahas salah satu jenis usaha yang dikelola oleh kenalan kami, yaitu Toko Obat As-Syifa.
A.      Analisis Lingkungan Internal
1.       Ringkasan Profil
Toko Obat As-Syifa dibangun pada tahun 2008 yang dikelola oleh Bpk. Mudjahid dan Ibu Ratna (nama tersebut merupakan alias mengingat pemilik tidak ingin disebutkan identitasnya), di Tangerang dengan hanya dikelola oleh mereka berdua. Seiring dengan berjalannya waktu, Toko Obat mereka menjadi lebih dikenal oleh masyarakat dan sampai saat ini mereka dapat menafkahi 5 karyawan dan membuka sebuah cabang di kawasan Depok.
2.       Visi dan Misi
Visi: Menjadi usaha yang bermanfaat dan dapat dipercaya oleh masyarakat.
Misi: Meningkatkan mutu pelayanan di bidang farmasi, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan melalui pola hidup sehat, dan membantu semampu kami untuk menyehatkan masyarakat.
3.       Produk
Toko Obat As-Syifa menjual berbagai macam produk yang beredar dipasaran, diantaranya:
a.       Jamu Instan
b.      Food Suplemen
c.       Vitamin
d.      dan obat-obat generik lainnya.
4.       Price/Harga
Harga produk-produk yang dijual di Toko Obat As-Syifa sangat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
5.       Place/Tempat
Tempat atau lokasi Toko Obat As-Syifa terletak di Jl. Kayu Putih Raya No. 28 Tangerang, Indonesia.
6.       Promotion/Promosi
Toko Obat As-Syifa melakukan promosi dengan cara:
·         Mengedarkan brosur ke perumahan-perumahan setempat.
·         Memberikan diskon.
7.       Karyawan
Karyawan yang bekerja di Toko Obat As-Syifa telah diberikan training sebelumnya untuk meningkatkan kemampuan karyawan dalam memahami obat-obatan juga dalam hal pelayanan pada konsumen.
8.       Public/Masyarakat Sekitar
Diharapkan dapat memberi kritik dan sarannya untuk mengembangkan pelayanan di Toko Obat tersebut.

B.      Analisis Lingkungan Eksternal
1.       Lingkungan Mikro
a.       Pemasok
Toko Obat As-Syifa memperoleh produk dari Apotik terpercaya yang terletak di daerah Pamulang.
b.      Pesaing
Salah satu pesaing Toko Obat As-Syifa merupakan Apotik yang dibuka beberapa km dari lokasi Toko Obat As-Syifa.
c.       Pelanggan
Toko Obat As-Syifa telah memiliki pelanggan dari masyarakat kelas menengah kebawah karena harganya yang terjangkau dan lokasinya yang berada di dekat pemukiman masyarakat.
2.       Lingkungan Makro
a.       Lingkungan Ekonomi
·         Besar kecilnya pajak yang dikeluarkan berdasarkan usaha yang dibangun sangat mempengaruhi  maju mundurnya suatu usaha. Pajak yang dikenakan atas usaha ini berupa PPh.
·         Suku bunga yang meningkat dapat menyebabkan peningkatan terhadap harga produk yang dijual. Karena sebagian besar produsen melakukan pinjaman dari bank untuk melakukan produksi, jika suku bunga meningkat maka biaya produksi pun meningkat, dan peningkatan biaya produksi membuat harga jual meningkat.
b.      Lingkungan Politik
Setiap usaha diatur oleh undang-undang. Toko Obat As-Syifa membuka usaha sesuai dengan Peraturan Menteri Perdangangan Republik Indonesia Nomor: 46/M-DAG/PER/9/2009 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 Tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

C.      Kelebihan dan Kekurangan
1.       Kelebihan
a.       Lokasi yang strategis membuat Toko Obat As-Syifa mudah ditemukan bagi konsumen yang menetap di daerah tersebut maupun orang-orang yang lewat.
b.      Harga yang terjangkau pada seluruh lapisan masyarakat.
c.       Kualitas yang terjamin membuat konsumen tidak perlu ragu akan mendapat produk tidak layak pakai.
2.       Kelemahan
a.       Lokasi toko yang berada di pinggir jalan membuat debu mudah mengotori toko sehingga harus terus-menerus dibersihkan dan terasa merepotkan.
b.      Sistem pencatatan pembelian masih secara manual terasa merepotkan karyawan dalam menghafal item yang dibeli konsumen terutama saat toko sedang ramai sehingga kerap ada item yang tertinggal/tidak tercatat.

D.      Peluang
Dengan telah didapatnya kepercayaan masyarakat, Toko Obat As-Syifa dapat melihat peluang untuk mengembangkan Toko Obat ini menjadi Apotik yang merangkap Klinik untuk masyarakat sekitar, dengan menjaga harga serendah yang kami bisa.

E.       Ancaman
Salah satu ancaman bagi kami adalah dengan hadirnya Apotik baru, maka konsumen akan beralih padanya dengan asumsi bahwa Apotik pasti lebih baik dari Toko Obat. Oleh karena itu, kami harus bertindak kreatif dan inovatif agar dapat mempertahankan konsumen sekaligus meningkatkan usaha kami.

Selasa, 31 Januari 2012

Menjadi Mahasiswa Jurusan Akuntansi

Kalau kamu adalah siswa yang sudah duduk di bangku 3 SMA, pasti ada satu pertanyaan yang melintas di benak kalian: kuliah atau kerja? Hm, memang pilihan yang membingungkan. Apalagi berbagai tawaran kerja dengan gaji yang tidak sedikit dapat membuat kita terbuai seketika. Banyak teman-teman saya yang akhirnya memilih untuk bekerja, saya pun awalnya ingin bekerja terlebih dahulu. Namun setelah berdiskusi dengan orang tua, mereka menyarankan saya untuk langsung melanjutkan pendidikan ke jenjang Universitas. Alasannya, akan lebih mudah bagi seorang sarjana untuk mencari pekerjaan yang mumpuni dibandingkan dengan seorang lulusan SMK. Jadilah saya mempelajari ilmu Akuntansi di Universitas Gunadarma.

Banyak teman saya yang bertanya, “kenapa Akuntansi?”. Pertanyaan mereka wajar, karena saya adalah lulusan SMK TKJ (Teknik Komputer dan Jaringan) yang mempelajari tentang teknik-teknik merakit komputer, menghitung IP, membuat kabel, membuat jaringan dalam skala kecil, dan lain sebagainya. Sama sekali tidak mempunyai dasar akuntansi, bahkan tidak pernah memasuki dunia ekonomi. Akuntansi benar-benar merupakan bidang baru untuk saya jelajahi.

Pada awalnya, saya ingin mengambil studi Pendidikan Astronomi di Institut Teknologi Bandung. Pilihan yang aneh, bukan? Orang tua saya serta merta menolak. Alasan pertama karena mereka berpikir tidak baik bagi anak gadis tinggal sendiri di luar kota. Alasan lainnya karena mereka pikir astronomi merupakan profesi yang tidak menjanjikan apapun. Jujur saja, waktu mereka menolak saya merasa kecewa. Karena astronomi merupakan minat saya sejak kecil.

Pilihan kedua saya jatuh pada Sastra Inggris, namun lagi-lagi orang tua saya menolak. Padahal bahasa Inggris merupakan salah satu yang saya kuasai dengan cukup baik (tidak bermaksud menyombong, lho). Macam-macamlah alasannya, dan lagi-lagi saya kecewa.

Pilihan lainnya adalah Sistem Informasi, saya berfikir ini merupakan langkah tepat karena saya mempunyai basic di ilmu komputer. Sehingga saya pun dapat mendalami ilmu yang saya dapat. Bagaimanapun juga, walaupun sudah 3 tahun belajar di SMK tapi ilmunya terasa masih ngambang. Tapi sayangnya, orang tua saya memiliki pendapat yang berbeda. Saya mulai merasa bingung, apa sebenarnya yang mereka inginkan?

Akuntansi. Satu kata yang membuat saya terhenyak. Akuntansi? Kenapa mereka ingin saya mengambil juruan akuntansi? Apa yang membuat mereka berfikir saya mau mengambil jurusan akuntansi?

Menurut mereka, akuntansi merupakan bidang yang cocok bagi perempuan. Karena lahan pekerjaan yang masih luas, dan setiap perusahaan pasti menerapkan akuntansi. Tapi, bukan akuntan yang menjadi sasarannya. Ayah saya sudah lama menjadi pialang saham, maka ia mengusulkan agar saya menjadi analis saham. Karena seorang analis saham dapat berdiri sendiri dan perkerjaannya dapat dilakukan dimana saja. Jadi, kalau kelak saya menjadi ibu rumah tangga, saya tetap dapat bekerja tanpa meninggalkan rumah. Sehingga semua dapat terkendali. Dan basic utama untuk menjadi seorang analis adalah akuntansi!

Sesuai dugaan, hari pertama belajar akuntansi saya seperti nyasar di negeri antah-berantah. Bingung. Mumet. Nggak tau apa-apa. Bukan cuma akuntansi, tapi pengantar ekonomi, dan pengantar manajemen pun saya merasa kesusahan. Untungnya, saya memiliki teman-teman yang baik dan juga pintar sehingga saya merasa sangat terbantu.

Keinginan saya setelah lulus adalah agar tetap pada tujuan saya di awal. Lulus dengan IP yang memuaskan, mencari pengalaman kerja di sebuah perusahaan, dan akhirnya menjadi analis. Mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun, mungkin saya akan banyak bertanya, banyak berlatih, dan banyak salah. Namun kalau tidak pernah menyerah, pasti akan tercapai juga. 

Minggu, 29 Januari 2012

Analisis Dampak Lingkngan Hidup (AMDAL)

                AMDAL merupakan sebuah studi tentang dampak lingkungan hidup yang akan timbul, baik dampak sekarang maupun mendatang, juga mencarikan jalan keluar untuk mengatasi dampak tersebut. Pengutamaan telaah AMDAL secara khusus meliputi dampak lingkungan disekitarnya, baik di dalam usaha atau proyek maupun di luar suatu proyek yang akan dijalankan. Keberadaan suatu usaha atau proyek akan mempengaruhi kegiatan-kegiatan yang berada di sekitar rencana lokasi, baik dampak rencana usaha dan/atau kegiatan terhadap kegiatan-kegiatan yang sudah ada.

                Pengertian AMDAL menurut PP No. 27 Tahun 1999 Pasal 1 adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak besar  dan penting suatu rencana usaha dan kegiatan. Arti lain analisi dampak lingkungan adalah teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan dijalankan akan mencemari lingkungan atau tidak, dan jika ya, maka diberikan jalan alternatif pencegahannya.
    
            Adapun komponen lingkungan hidup yang harus dipertahankan dan dijaga serta dilestarikan fungsinya, antara lain:
1.       Hutan lindung, hutan konservasi, dan cagar biosfer.
2.       Sumber daya manusia.
3.       Keanekaragaman hayati.
4.       Kualitas udara.
5.       Warisan alam dan warisan udara.
6.       Kenyamanan lingkungan hidup.
7.       Nilai-nilai budaya yang berorientasi selaras dengan lingkungan hidup.

Komponen lingkungan hidup yang akan berubah secara mendasar dan penting bagi masyarakat di sekitar suatu rencana usaha dan/atau kegiatan, seperti antara lain:
1.       Kepemilikan dan penguasaan lahan.
2.       Kesempatan kerja dan usaha.
3.       Taraf hidup masyarakat.
4.       Kesehatan masyarakat.

Berikut ini dampak negatif yang mungkin akan timbul jika tidak dilakukan AMDAL secara baik dan benar:
1.         Terhadap tanah dan kehutanan
a.       Menjadi tidak subur, gersang, atau tandus sehingga merugikan sektor pertanian.
b.  Berkurang jumlahnya, apabila terjadi pengerukkan atau bahkan hilang seperti untuk sektor pertambangan yang pada akhirnya akan berbentuk danau-daau kecil.
c.   Terjadi erosi atau bahkan banjir apabila hutan yang ada disekitar proyek ditebang secara tidak teratur.
d.   Tailing bekas pembuangan hasil pertambangan akan merusak aliran sungai berikut dengan hewan dan tanaman di sekitarnya.
e.      Pembabatan hutan yang tidak terencana akan merusak lingkungan secara keseluruhan dan rusaknya hutan sebagai sumber resapan air.
f.      Punahnya keanekaragaman hayati, baik fauna maupun flora akibat rusaknya hutan alam yang terkena dampak dengan adanya proyek/usaha.
2.         Terhadap Air
a.    Mengubah warna, dari yang semula bening dan jernih menjadi kuning atau hitam sehingga tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan seperti air minum, mencuci, dan keperluan lainnya.
b.   Berubah rasa, dalam arti bahwa mungkin warnanya tidak berubah akan tetapi rasanya menjadi berubah sehingga juga berbahaya untuk dijadikan air minum karena mungkin mengandung zat-zat berbahaya.
c.       Berbau busuk atau menyengat, sehingga sangat mengganggu lingkungan sekitar.
d.  Mengering, disebabkan proyek yang dijalankan menggunakan air sungai atau air tanah yang berlebihan.
e.      Matinya binatang air dan tanaman di sekitar lokasi akibat dari pada airberubah warna dan rasa.
f.    Menimbulkan berbagai penyakit akibat pencemaran terhadap air bila dikonsumsi atau digunakan untuk berbagai keperluan.
3.         Terhadap Udara
a.       Udara disekitar lokasi menjadi berdebu dan tidak sehat.
b.      Dapat menimbulkan radiasi-radiasi yang tidak dapat dilihat oleh mata seperti proyek bahan kimia.
c.       Untuk proyek tertentu dapat menimbulkan suara yang bising, seperti proyek perbengkelan.
d.  Menimbulkan aroma yang tidak sedap seperti berbau tajam, menyengat, busuk, seperti usaha peternakan atau industri makanan.
e.      Dapat menimbulkan suhu udara menjadi panas, akibat dari pada keluaran industri tertentu.
4.         Terhadap Manusia
a.   Akan menimbulkan berbagai penyakit terhadap karyawan perusahaan yang bersangkutan serta masyarakat sekitar lokasi proyek.
b.      Berubahnya budaya dan perilaku masyarakat sekitar lokasi akibat berubahnya struktur penduduk.
c.    Rusaknya adat istiadat masyarakat setempat, seiring dengan perubahan perkembangan di daerah tersebut.

         Adapun alternatif penyelesaian atas dampak yang akan timbul diatas adalah sbb:
1.         Terhadap Tanah
a.  Melakukan rehabilitasi terhadap lahan kritis melalui penghijauan (reboisasi) untuk menghindari dampak banjir, longsor, atau mengatasi tanah gersang.
b.    Melakukan pengurukan atau penimbunan terhadap berbagai penggalian yang menyebabkan tanah menjadi berlubang.
2.         Terhadap Air
a.       Memasang filter/saringan air sehingga air yang keluar dari pembuagan sudah bersih dan sehat.
b.      Membuat saluran pembuangan yang teratur ke daerah tertentu sehingga tidak mengganggu aktifitas masyarakat.
c.       Memberikan semacam obat untuk menetralisir air yang tercemar.
3.         Terhadap Udara
a.       Memasang filter/saringan udara untuk menghindari asap dan debu atau sumber polusi lainnya.
b.      Memasang alat kedap suara untuk mencegah suara yang bising.
4.         Terhadap Karyawan
a.       Menggunakan peralatan pengaman seperti masker, baju kerja, atau alat pengaman lainnya.
b.  Diberikan asuransi jiwa dan kesehatan kepada setiap pekerja yang terlibat dalam perusahaan tersebut.
c.       Menyediakan tempat kesehatan untuk pegawai perusahaan yang terlibat dengan proyek.
5.         Terhadap masyarakat sekitarnya
a.       Menyediakan tempat kesehatan secara gratis kepada masyarakat.
b.  Memimdahkan masyarakat ke lokasi yang lebih aman dengan penggantian yang wajar jika diperkirakan kondisi proyek benar-benar membahayakan kesehatan.

Tujuan AMDAL adalah menduga kemungkinan terjadinya dampak dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan. Hal-hal yang harus dilakukan dalam rangka mencapai tujun studi AMDAL adalah sebagai berikut:
1.   Mengidentifikasi semua rencana usaha dan/atau kegiatan yang akan dilaksanakan terutama yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup.
2.         Mengidentifikasi komponen-komponen lingkungan hidup yang akan terkena dampak besar dan penting.
3.     Memperkirakan dan mengevaluasi rencana usaha dan/atau kegiatan usaha yag menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup.
4.         Merumuskan RKL dan RPL.

Sedangkan kegunaan dilaksanakannya studi AMDAL adalah:
1.         Sebagai bahan bagi perencana dan pengelola usaha dan pembangunan wilayah.
2.    Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
3.         Memberi masukan untuk penyusunan desain rinci teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
4.    Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
5.      Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.

Rona lingkungan hidup pada umumnya sangat beraneka ragam dalam bentuk, ukuran, tujuan sasaran, dan sebagainya, juga berbeda menurut letak geografi, keanekaragaman faktor lingkungan hidup dan pengaruh manusia. Berikut ini beberapa contoh komponen lingkungan hidup yang bisa dipilih untuk ditelaah sesuai hasil pelingkupan dalam KA-AMDAL:
1.       Fisik Kimia: Iklim, kualitas udara dan kebisingan, fisiografi, hidrologi, hidrooseanografi, ruang, lahan, dan tanah.
2.         Biologi: Flora dan fauna.
3.         Sosial: Demografi, ekonomi, budaya, kesehatan masyarakat.

§   Evaluasi dampak yang bersifat holistis adalah telaahan secara totalitas terhadap beragam dampak besar dan penting lingkungan hidup.

Pelingkupan wilayah studi AMDAL ditetapkan berdasarkan pertimbangan batas-batas ruang, sebagai berikut:
1.         Batas Proyek: ruang dimana suatu rencana usaha dan/atau kegiatan melakukan kegiatan prakonstruksi, konstruksi, dan operasi.
2.     Batas ekologis: ruang persebaran dampak dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan menurut media transportasi limbah.
3.     Batas sosial: ruang di sekitar rencana dan/atau kegiatan yang merupakan tempat berlangsungnya berbagai interaksi sosial.
4.    Batas administratif: ruang dimana masyarakat secara leluasa melakukan kegiatan sosial ekonomi dan sosial budaya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di dalam ruang tersebut.
5.    Batas ruang lingkup studi AMDAL: ruang yang merupakan kesatuan dari keempat wilayah di atas, namun penentuannya disesuaikan dengan kemampuan pelaksana yang biasanya memiliki keterbatasan sumber data.

Metode Pengumpulan dan Analisis Data
1.    Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer maupun sekunder, harus bersifat sahih dan dapat dipercaya (realible) yang diperoleh melalui metode atau alat yang bersifat sahih.
2.         Lokasi pengumpulan data agar cantumkan pada peta dengan skala memadai.
3.   Pengumpulan data dan informasi untuk demografi sosial ekonomi, sosial budaya, pertahanan dan keamanan dan kesehatan masyarakat menggunakan kombinasi dari tiga metode atau lebih agar di peroleh data yang realibitasnya tinggi.

Sabtu, 24 Desember 2011

Tugas II: Tulisan Bebas

Peran Mahasiswa Terhadap Kemajuan Bangsa 

Peranan mahasiswa terhadap kemajuan bangsa saat ini sangatlah penting, karena mahasiswa adalah bibit-bibit penerus bangsa. Masa depan bangsa kita berada di tangan para jiwa muda. Mahasiswa yang baik akan dapat merubah bangsa. Mereka akan memiliki pandangan baru yang lebih luas dan lebih efektif yang akan memajukan bangsa. Mereka dapat merubah banyak hal, misalkan sarjana ekonomi akan mampu merubah perekonomian bangsa, sarjana hukum akan menegakkan keadilan, dan lain-lain. Untuk itu diperlukan bimbingan dan arahan yang maksimal dari tangan para pengajar, dimana para mahasiswa dititipkan. Karna di tangan merekalah nasib bangsa ini berada.

Sarjana Yang Berguna Bagi Masyarakat


Sarjana yang berguna bagi masyarakat tidak hanya harus pintar, tapi juga aktif membina dan membimbing masyarakat. Mereka harus bisa memberikan pandangan baru terhadap masyarakat tentang segala aspek di negara ini. Mereka harus membangun masyarakat menjadi masyarakat yang tidak hanya berpendidikan, namun juga memilik ambisi dan nasionalisme yang tinggi untuk selalu memajukan bangsa.

Menumbuhkan Semangat Belajar


Belajar adalah suatu hal yang perlu dilakukan oleh setiap orang. Akan tetapi, proses belajar yang tidak benar akan membuat kita merasa jenuh dan malas. Tidak ada orang yang senang diperintahkan, dipaksa, dibentak, apalagi diancam dengan hukuman agar belajar. Untuk menumbuhkan semangat belajar, saya pribadi lebih suka belajar di tempat khusus. Tempat tersebut haruslah tempat yang memungkinkan untuk belajar dan jauh dari gangguan. Tempat tersebut saya buat senyaman mungkin sehingga saya betah berlama-lama belajar disana. Sedang untuk anak-anak, ada baiknya bagi orangtua untuk memonitor kegiatan belajar sang anak, karena kehadiran orangtua berperan besar dalam menumbuhkan semangat belajar anak.

Kamis, 22 Desember 2011

Tugas Mata Kuliah

Manajemen produksi adalah kegiatan untuk mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber daya dana serta bahan secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang dan jasa.

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

Perencanaan sistem produksi
Sistem pengendalian produksi
Sistem informasi produksi
● Perencanaan produksi
● Pengendalian proses produksi
● Struktur organisasi
● Perencanaan lokasi produksi
● Pengendalian bahan baku
● Produksi atas dasar pesanan
● Perencanaan letak fasilitas produksi
● Pengendalian tenaga kerja
● Produksi untuk persediaan
● Perencanaan lingkungan kerja
● Pengendalian biaya produksi

● Perencanaan standar produksi
● Pengendalian kualitas pemeliharaan




Faktor-faktor Yang Menunjang Manajemen Produksi diantaranya:
  1. Material atau bahan
  2. Manusia atau karyawan
  3. Mesin atau peralatan
  4. Modal atau uang
  5. Manajemen yang akan memfungsionalisasikan keempat faktor yang lain

Manajemen SDM adalah suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber daya yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan, karyawan, dan masyarakat menjadi maksimal.
Fungsi Operasional MSDM
  • Fungsi Pengadaan 
  • Fungsi Pengembangan 
  • Fungsi Kompensasi 
  • Fungsi Pengintergrasian 
  • Fungsi Pemeliharaan

Kegiatan-kegiatan Manajemen SDM

  • Perencanaan sumber daya manusia dan analisis jabatan
  • Perekrutan dan penyeleksian
  • Pengembangan dan produktifitas karyawan
  • Pengelolaan karir dan penilaian kinerja
  • Sistem penghargaan terhadap karyawan
  • Kesejahteraan karyawan
  • Hubungan ketenagakerjaan dan evaluasi fungsi manajemen sumber daya manusia
Capital Budgeting adalah proses menyeluruh menganalisa proyek-proyek dan menentukan mana saja yang dimasukkan ke dalam anggaran modal. 
Metode Pemilihan Investasi

  1. Pay Back Method. Dalam metode ini faktor yang menentukan penerimaan atau penolakan suatu usulan investasi adalah jangka waktu yang diperlukan untuk menutup kembali investasi.
  2. Average Return on Investment. Kriteria pemilihan investasi dalam metode ini adalah, suatu investasi akan diterima jika tarif kembalian investasinya dapat memenuhi batasan yang telah ditetapkan oleh manajemen.
  3. Present Value Method. Merupakan teknik yang didasarkan pada arus kas yang didiskontokan.
  4. Discounted Cash Flows Method. Pada dasarnya metode ini sama dengan present value, perbedaannya adalah dalam present value tarif kembalian sudah ditentukan lebih dahulu, sedangkan dalam discounted cash flow justru tarif kembalian yang dihitung sebagai dasar untuk menerima atau menolak suatu usulan investasi.
  5. Modified Internal Rate of Return. Adalah suatu tingkat diskonto yang menyebabkan present value biaya sama dengan present value nilai terminal, dimana nilai terminal adalah future value dari kas masuk yang digandakan dengan biaya modal.
  6. Profitability Index. Adalah nilai tunai semua kas masuk yang diterima sesudah investasi awal dibagi dengan investasi awal.




staffsite.gunadarma.ac.id/alvin/index.php?stateid=download...