Selasa, 19 November 2013

Jokowi Beri Dana Kota Penyangga

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegaskan DKI Jakarta telah menganggarkan anggaran dana untuk daerah-daerah penyangga. Dana tersebut digunakan untuk berkoordinasi dalam masalah yang dihadapi kota Jakarta seperti banjir, sampah dan transportasi.

"Ada namanya dana bantuan ke wilayah di sekitar Jakarta untuk hal-hal yang berkaitan dengan penyelesaian persoalan Jakarta," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (19/11).

Jokowi mengakui tiga permasalahan tersebut tidak bisa diatasi sendiri oleh Pemprov DKI Jakarta. Walaupun pengerjaan normalisasi sungai yang ada di Jakarta tetap dilakukan, tetapi Ruang Terbuka Hijau (RTH) di hulu sungai daerah penyangga tetap dipadati penduduk maka permasalahan banjir masih akan tetap terjadi di Jakarta.

Selain itu, masalah transportasi juga harus dikoordinasikan dengan daerah-daerah penyangga. Jokowi mencontohkan adanya bus APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway) adalah salah satu wujud dana yang diberikannya kepada pemerintah kota di sekitar Jakarta.

"Jakarta enggak mungkin sendiri. Harus kerjasama dengan kota lain. Maka itu ada dana bantuan ke wilayah sekitar," tegas dia.

Menurut informasi, Pemprov DKI Jakarta memberikan anggaran dana miliaran rupiah ke pemerintah kota Bogor sebagai dana operasional menyegel sejumlah bangunan liar yang berdiri di RTH Puncak.

"Teknis-teknis gitu uangnya (dipakai) untuk apa, tanyakan ke Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah)," pungkas dia.

Dana ini sengaja diberikan untuk membantu normalisasi hulu sungai luar Jakarta. Dengan bantuan ini ia berharap Pemda daerah lain bisa memperbaiki daya tangkap air di hulu sungai.

"Kalau enggak tidak seperti ini repot. Kita tidak bisa memperbaiki hulu sungai sama tangkapan air di luar Jakarta. Masalahnya sungai sungai di luar Jakarta mengalirnya lewat Jakarta sebelum ke laut," ujarnya.

Sumber: Link 1, Link 2

Penerapan Ekonomi Syariah

Presiden Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Hal ini didasari dengan mayoritas penduduk beragam Islam dan pertumbuhan ekonomi syariah yang sedang meningkat.

Menanggapi hal tersebut, Chief Ekonom Bank Danamon Anton Gunawan mengatakan, untuk Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia setidaknya ada dua hal yang harus diselesaikan.

"Tantangan yang pertama yakni mengenai kredibilitas syariah di Indonesia yang masih belum kuat untuk dipertanggung jawabkan," ungkap Anton saat ditemui di Menara Bank Danamon, Jakarta, Selasa (19/11/2013).

Anton menilai, hal ini mengingat karena masih banyak orang yang menilai bank syariah yang merupakan anak perusahaan bank konvensional memiliki sistem kerja yang sama hanya memakai istilah yang berbeda.

"Mungkin Bank Muamalat yang lebih kredibel, yang lain itu belum syariah banget. Untuk itu Dewan Syariah itu mampu mengkredibelkan ini atau tidak?," ucapnya.

Lanjut Anton mengungkapkan, yang kedua adalah perbankan di Indonesia harus memikirkan cara untuk bagaimana produk-produk syariah mudah dikenal dan diingat oleh masyarakat Indonesia.

"Secara natural saja kalau orang umum apakah mereka familiar dengan istilah produk-produknya, terkadang bingung mau mengucapkan produk seperti misalnya murabahah, atau yang lain," tuturnya.

Sehingga, Anton meminta untuk bagaimana perbankan syariah untuk mengemas sebuah produk syariah layaknya produk-produk perbankan konvensional.

Dengan begitu, lanjut Anton mengatakan langkah awal melewati tantangan tersebut paling tidak Indonesia sudah mampu menyaingi ekonomi syariah di negara tetangga Malaysia.

"Jika dua itu teratasi, baru kemudian nanti di saat bersamaan bisa saja, Malaysia kan pusat syariah Asia Tenggara, kalau ini diperbaiki bisa menarik (nasabah) mereka ke sini," tandasnya.

Sebelumnya, dalam pidato pencanangan Gerakan Ekonomi Syariah (Gres) SBY menjelaskan, ekonomi syariah sebagai agenda nasional agar terus berupaya memiliki sistem ekonomi yang adil dan sejahterakan rakyat.

"Melalui agenda pencanangan GRES ini berperan aktif untuk pengembangan ekonomi syariah. Dan menjadikan pusat keuangan ekonomi syariah dunia yang terintegrasi dengan basis sistem syariah" insya Allah akan dikabulkan, ini esensi islam rahmatlilalamin," jelasnya.

Kata Siapa Bayar Pajak Susah?

Kemajuan teknologi telah membuat semua pekerjaan dapat lebih mudah diselesaikan. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak pun tak ketinggalan, memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada Wajib Pajak. Banyak inovasi yang telah dilakukan oleh Ditjen Pajak untuk mempermudah masyarakat berpartisipasi membangun negeri. Penyediaan informasi perpajakan melalui situswww.pajak.go.id, layanan call centre dan pengaduan melalui Kring Pajak 500200, fasilitas pembuatan Surat Pemberitahuan (SPT) secara elektronik (eSPT) dan fasilitas pelaporan pembayaran elektronik melaluibilling system (Surat Setoran Elektronik, sse.pajak.go.id) merupakan beberapa contoh pemanfaatan teknologi yang telah dilakukan oleh Ditjen Pajak untuk melayani Wajib Pajak. Yang terbaru adalah pelaporan SPT elektronik melalui e-Filing dan pembayaran pajak lewat mesin ATM.

Layanan e-Filing merupakan layanan yang memungkinkan Wajib Pajak untuk melaporkan SPT Tahunan secara elektronik lewat internet. Layanan sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2011 dan terus dikembangkan dan disempurnakan. Saat ini, sudah tersedia dua jenis layanan penyampaian SPT melalui e-filing, yaitu : layanan e-filing melalui website Ditjen Pajak (www.pajak.go.id) bagi Wajib Pajak Orang Pribadi pengguna formulir SPT Tahunan PPh form 1770 S dan 1770 SS dan layanan e-Filing melalui perusahaan Penyedia Jasa Aplikasi (Application Service Provider-ASP) yang ditunjuk oleh Ditjen Pajak bagi seluruh Wajib Pajak, yaitu : www.pajakku.com,www.laporpajak.com, www.layananpajak.com dan www.spt.co.id.

Untuk dapat memanfaatkan fasilitas tersebut, Wajib Pajak terlebih dahulu harus mempunyai Electronic Filing Identification Number (e-Fin) dan memperoleh sertifikat (digital certificate) dari Ditjen Pajak. E-Fin adalah nomor identitas yang diberikan kepada Wajib Pajak dalam rangka penyampaian laporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) secara elektronik dan dapat diperoleh dengan mengajukan permohonan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat. Setelah mempunyai e-Fin, maka Wajib Pajak harus mendaftarkan diri melalui website Ditjen Pajak bagi Wajib Pajak Orang Pribadi pengguna formulir 1770 S dan 1770 SS atau melalui website penyedia jasa aplikasi yang telah ditunjuk Ditjen Pajak bagi seluruh Wajib Pajak.

Inovasi lain yang dilakukan oleh Ditjen Pajak adalah fasilitas pembayaran pajak melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Fasilitas ini diberikan untuk para Wajib Pajak yang mempunyai omset dibawah Rp4,8 Milyar dan berkewajiban untuk membayar Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 1 persen dari omset sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2013. Wajib Pajak yang telah membayar lewat ATM, tidak perlu lagi melaporkan pembayaran pajaknya (SPT Masa PPh) tersebut ke KPP, karena bukti pembayaran yang diterbitkan mesin ATM tersebut berfungsi juga sebagai sarana pelaporan. Meski demikian, Wajib Pajak tetap harus memenuhi kewajibannya dalam pelaporan SPT Tahunan PPh.

Saat ini bank yang telah bekerjasama dengan Ditjen Pajak untuk menyediakan fasilitas ini adalah Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Tidak menutup kemungkinan, di kemudian hari ATM dari Bank lain juga dapat digunakan sebagai sarana pembayaran dan pelaporan pajak, seperti halnya ATM keempat bank tersebut.

Berbagai layanan yang disediakan Ditjen Pajak Pajak terus dikembangkan dan disempurnakan. Semua upaya tersebut hanya mempunyai satu tujuan, memberikan kemudahan kepada para pembayar pajak. Siapa bilang bayar pajak susah?

Timnas U-19 Memberi Harapan Indonesia

Kesuksesan Evan Dimas dan kawan-kawan memang merupakan sejarah baru. Dalam sepuluh kali perhelatan Piala AFF U-19, baru tahun ini Indonesia tampil sebagai juara. Prestasi ini melampau para seniornya, yang tanpa gelar di Piala AFF senior. Prestasi tertinggi timnas senior hanya sebagai tim nyaris juara atau runner-up pada AFF 2000, 2002, dan 2004, dan terakhir 2010.


Di level senior, memang prestasi Timnas terpuruk sejak terakhir meraih medali emas SEA Games 1991 atau 22 tahun silam. Pada 2008 di ajang Piala Kemerdekaan, memang Timnas berhasil tampil sebagai juara, namun hal itu diperoleh sekaligus dinodai dengan mundurnya sang lawan, Libia, sehingga Indonesia menang WO. Jadi secara prestasi, medali emas SEA Games 1991 lah yang bisa dibanggakan Indonesia. Padahal satu dua dasawarsa lalu, Indonesia bisa dikatakan sebagai salah satu macan Asia yang cukup disegani. Selain emas SEA Games 1991, dan 1987, timnas menjuarai Piala Kemerdekaan 2000 dan 1987, atau Merdeka Games Cup pada 1961, 1962, dan 1969.



Berbeda dengan tim senior, prestasi timnas junior baik U-21, U-19, U-18, U-17, maupun timnas pelajar, cukup mengilat beberapa tahun terakhir ini. Setelah timnas junior menjuarai Piala Sultan Hassanal Bolkiah pada 2002, timnas U-17 menjadi jawara Piala Hong Kong Football Association (HKFA) 2013, dan timnas U-18 yang juga diasuh pelatih timnas U-19 Indra Syafri memenangi Piala HKFA 2013, dan paling mutakhir tampilnya timnas U-19 di ajang Piala AFF U-19 2013.



Rentetan prestasi timnas junior ini membuka kembali harapan Indonesia untuk tampil di pentas dunia, yakni dengan target terdekat Piala Dunia 2018 yang akan digelar di Rusia, lima tahun mendatang. Rasanya impian tersebut bukanlah hal yang muluk. Dengan potensi pemain dari Sabang sampai Merauke, Badan Tim Nasional (BTN) tak akan kesulitan untuk mencari 11 pemain terbaik yang akan masuk starting eleven. Apalagi saat ini, timnas sudah mempunyai modal kuat pada diri para pemain timnas U-19. PSSI pun masih punya amunisi lain dari program Sociedad Anonima Deportivo (SAD) yang berkompetisi di liga junior Uruguay sejak 2008 lalu.



Sudah saatnya pembinaan pemain usia muda mendapatkan prioritas ketimbang mengejar prestasi instan lewat naturalisasi.



Bolehlah berkaca pada keberhasilan Singapura meraih juara piala AFF 2004 dengan materi pemain naturalisasi atau keberadaan Mauro Camoranesi sebagai pemain naturalisasi dalam skuad Italia yang menjuarai piala dunia 2006, tapi jangan pula melupakan bahwa keberhasilan Malaysia menjuarai piala AFF 2010 terasa “lebih manis” rasanya dan bagaimana Italia di piala dunia selanjutnya tidak sanggup lolos dari fase grup karena kekurangan amunisi penerus yang muda dan berkualitas.



Tengoklah kesabaran Spanyol memupuk prestasi dengan pembinaan usia muda yang sebagian besar datang dari akademi La Masia Barcelona. Iniesta, Xavi, Puyol, Busquest dipadukan dengan talenta lain seperti Fabregas, Torres dan Villa secara konsisten meraih juara Euro 2008 dan 2012 dengan diselingi juara piala dunia 2010. Di saat generasi emas ini belum selesai memberi prestasi, sederet junior berkualitas seperti Thiago Alcantara, Morata, De Gea dan Javi Martinez menunggu kesempatan masuk di tim senior.



Evan Dimas dkk boleh dikatakan sebagai generasi emas sepakbola Indonesia. Mereka adalah pemutus dahaga gelar Indonesia di turnamen internasional sejak tahun 1991, waktu yang sangat lama. Bolehlah kita berharap bahwa timnas U 19 bukanlah timnas primavera yang mampu melahirkan kualitas macam Kurniawan Julianto, Aples Tecuari dan Bimasakti namun secara team tidak mampu memberikan sumbangsih gelar.


Timnas U 19 jangan sampai mengikuti jejak timnas primavera yang menjanjikan talenta-talenta berbakat yang lalu tidak mampu berbicara banyak karena “salah asuh” dari pemegang otoritas pembinaan sepakbola di negeri ini.


Kita tentu tidak ingin Evan Dimas, Maldini Pali, Ravi Murdianto dan rekan-rekannya dikenang “hanya” sebagai juara AFF U 19 yang mengalahkan Korsel untuk melaju ke Piala Asia U 19 2015. Kita ingin agar Evan Dimas dkk dikenang sebagai timnas Indonesia “murni” pertama (bukan timnas yang membawa nama Hindia Belanda) yang mampu tampil dan menghibur di pentas piala dunia.



Harapan kesana tidaklah salah, terlebih bila melihat aksi anak-anak muda ini yang mampu memperagakan sepakbola menghibur ala Barcelona. Harapan yang harus terus dijaga sambil menjaga anak-anak muda yang memanggul harapan jutaan rakyat Indonesia ini tetap memiliki antuasiasme dan nasionalisme nan militan seperti yang mereka tunjukkan saat menekuk Korsel.



Kalau sudah demikian, kita berharap satu saat nanti bisa melihat Evan Dimas dkk bersujud syukur di tengah lapangan pertandingan piala dunia. Semoga dan amin.

Referensi: Link 1, Link 2

Mengapa Zahir?

Zahir Accounting adalah piranti lunak (software) keuangan buah karya anak bangsa. Inovasi dari Zahir Accounting yang dilakukan secara terus menerus, membawa produk ini laku dipasaran dan sanggup melawan serbuan piranti lunak yang berasal dari luar negeri. Dengan segala fasilitas yang user friendly yang dimiliki, Zahir Accounting dapat digunakan oleh siapapun, bahkan oleh pengguna yang sama sekali tidak mengerti ilmu akuntansi. Seluruh laporan keuangan dan analisa grafik dapat dihasilkan dengan hanya menginput transaksi semudah Anda menulis nota penjualan. Dibuat untuk pertama kali Zahir Accounting ver 1 pada tahun 1997, kini Zahir Accounting telah sampai pada versi 5.1 dengan penambahan beberapa fasilitas demi mencukupi kebutuhan pengguna.

Berbagai penghargaan baik lokal maupun internasional telah berhasil diraih. Ini menandakan bahwa Zahir Accounting telah diakui keberadaannya dan kehandalannya didunia tehnologi informasi. Lebih dari 8000 pengguna memilih Zahir Accounting sebagai perangkat untuk membantu penyusunan laporan keuangan. Beberapa keunggulan Zahir Accounting dari software lain adalah sebagai berikut :

A. Mudah Digunakan oleh Non Akuntan
Telah disediakan formulir khusus untuk menginput semua transaksi yang umum terjadi disebuah perusahaan, seperti transaksi kas masuk/keluar, pembelian, penjualan, pembayaran piutang, dll. Formulir khusus tersebut akan memudahkan user menginput transaksi tanpa perlu mengerti teori akuntansi sama sekali, benar-benar mudah, hampir tidak ada istilah akuntansi yang digunakan. Selama Anda bisa mengetik dengan komputer dan bisa menggunakan mouse, maka Anda dapat menggunakan Zahir Accounting. Disertakan pula video training dan buku panduan penggunaan saat Anda membeli.

B. Desain User Interface Menarik dan Mudah Dipahami
Desain tampilan software ini dibuat menggunakan seni estetika yang tinggi, sehingga nyaman dipandang dan tidak membosankan, serta struktur menu dan icon yang mudah dimengerti berupa gambar kerta kerja yang sehari-hari digunakan.

Hal ini tidak dapat dianggap remeh, mengingat pekerjaan menginput transaksi akan membuat Anda jenuh bila software yang Anda gunakan memiliki tampilan yang tidak menarik.

C. Faktur dan Laporan dapat Didesain
Sudah mencetak blanko faktur? jangan khawatir, sebab anda tetap dapat mendesain sendiri faktur Anda, termasuk faktur pajak sederhana dan standar.

Seluruh laporan dapat didesain sesuai dengan keinginan dan kebutuhan perusahaan. Disediakan berbagai variabel data dan fungsi-fungsi matematika yang dapat langsung digunakan. Fasilitas desain laporan ini opsional pada edisi Zahir Small Business.

D. Laporan dapat Diemail dan Diexport ke Berbagai Format

Mengirim laporan menggunakan email menjadi hal yang mudah di Zahir Accounting, cukup buka laporan yang diinginkan kemudian klik tombol Send Email, kemudian pilih format dan alamat tujuan, tanpa harus membuka program email dan melampirkan file laporan secara terpisah.

Seluruh laporan bisa diexport untuk memudahkan pengolahan data lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan. Hasil export akan tampil sama persis dengan tampilan di Zahir Accounting, rapi dan menarik. Berbagai format file hasil export tersedia, termasuk Ms Excel sehingga laporan dapat dengan mudah diolah dan dikembangkan.

E. Menggunakan Database Client Server

Dengan database Client Server, Zahir Accounting menjadi lebih handal untuk menangani data-data yang besar dan volume transaksi yang sangat tinggi, dan yang lebih penting lagi adalah tingginya tingkat keamanan data Anda. Database dapat disimpan di komputer server atau di komputer client.

F. Fasilitas dan Kapasitas dapat Dipilih Sesuai Kebutuhan

Fasilitas dapat dipilih sesuai kebutuhan, sehingga Anda cukup membeli paket yang paling murah kemudian memesan fasilitas-fasilitas tambahan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Informasikan fasilitas yang diiginkan, selanjutnya kami akan me-’rakit’ paket software yang spesifik untuk Anda, benar-benar personal hanya untuk Anda, sehingga tidak ada lagi fasilitas yang sia-sia dan sesuai dengan Anggaran Anda.

Bila bisnis telah berkembang, Anda dapat menambah fasilitas lainnya tanpa harus memulai dengan data keuangan baru, cukup melanjutnya data keuangan sebelumnya yang telah ada.

G. Berbagai Grafik dan Analisa Bisnis Interaktif
Banyak pengusaha tidak dapat membaca laporan keuangan, mereka tidak mengerti arti angka-angka yang disajikan, namun dengan Zahir Accounting mereka dapat dengan mudah mengetahui kinerja perusahaan dengan cepat, cukup klik grafik-grafik yang ada. Tersedia grafik analisa bisnis terpadu dalam satu layar, setiap grafik dapat diklik untuk dapat dianalisa.

Tersedia juga grafik kinerja penjualan per pelanggan, per kelompok, per salesman, produk yang paling laku, paling tinggi omsetnya, paling untung, grafik rasio analysis dan grafik break even point analyis, dll.

H. Laporan dapat Diklik untuk Melihat Detail Transaksi (Audit / Drill-down)

Klik tombol mouse pada laporan neraca dan laba-rugi akan menampilkan buku besar per rekening, klik pada nomor transaksi akan membuka kembali transaksi asli. Klik tombol kanan mouse pada laporan keuangan akan menampilkan jurnal double entry nya.

Kemampuan ini sangat langka untuk software akuntansi, Anda dapat langsung mengetahui detail dan rincian transaksi dari laporan laba rugi dan neraca, cukup klik – klik saja, sungguh menarik.

I. Seluruh Transaksi dapat Diedit dan Dihapus

Sebuah software haruslah memahami sifat manusia yang mudah lupa atau salah, sehingga sangat besar kemungkinan sebuah transaksi yang telah diposting ternyata salah, mungkin lupa menentukan tanggal, dsb.

Setiap kali user akan mengedit atau menghapus transaksi, software akan mewajibkan user untuk mengisi form yang harus diisi dengan penjelasan mengapa transaksi ini diedit, diunposting atau dihapus, dimana informasi ini akan tersimpan untuk kepentingan audit.

Untuk menjaga kemungkinan manipulasi transaksi dan memudahkan audit, terdapat laporan audit trail yang menginformasikan tanggal berapa dan oleh siapa suatu transaksi dibuat, diedit dan dihapus.

Serta laporan audit history yang menampilkan jurnal transaksi asli sebelum transaksi tersebut berubah.

J. Berbagai Opsi Fasilitas Advance Seperti :
- Multi Currency, Multi Price, Multi Discount …
- Serial Number
- Lot Number dan Expire Date
- Giro Mundur
- Sinkronisasi Data Antar Cabang melalui Internet Dial-up
- Predictive Input (menginput transaksi berulang secara otomatis)
- dll.

Moralitas Pelajar Saat Ini

Pelajar yang merupakan aset bangsa dalam mewujudkan cita-cita bangsa serta membela tanah air memang selayaknya bertindak sesuai aturan dan norma yang ada. Selain belajar dan menuntut ilmu, pelajar yang normal seharusnya menjungjung tingkat nasionalisme serta memiliki akhlak yang baik. Jika sudah mempunyai poin-poin tersebut, bangsa kita akan terbebas dari hal-hal yang negative seperti tindakan kekerasan bahkan tindakan asusila.

Belakangan ini Indonesia dikejutkan dengan kelakuan para pelajar yang sudah bertindak diluar batas normal. Bukan hanya melakukan tawuran yang memang sangat merugikan semua pihak, melainkan video porno yang sudah beredar hampir keseluruh tanah air dengan adegan yang menurut dunia pendidikan sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang pelajar apalagi didepan umum. Ironisnya, pelajar-pelajar yang melakukan aksi melakukan tersebut sama sekali tidak merasa keberatan merekam tindakan asusilanya tersebut dan bahkan menjadikan aksi tersebut sebagai lelucon dan gurauan. Bagaimana hal tersebut bisa terjadi sedangkan yang seharusnya mereka lakukan adalah belajar serta menuntut ilmu demi masa depan mereka dan kemajuan bangsa.

Pemerintah yang menanggapi permasalahan tersebut melihat adanya aspek pengawasan yang rendah dari orang tua pelajar-pelajar tersebut serta rendahnya pengawasan dari aparat setempat jika ditinjau mengenai kasus tawuran antarpelajar bahkan antarmahasiswa. 

Bimbingan yang kuat serta pengawasan dari pendidik juga sangat diperlukan, apalagi motif yang mendasar adanya tindak kekerasan atarpelajar tersebut adalah persaingan antar sekolah serta dendam pribadi dari salah satu pelajar yang menjadi provokator. Tindakan kekerasan dan asusila yang mewabah kepada pelajar jaman sekarang harus disikapi dengan bijaksana agar adanya penyelesaian yang efesien. Diperlukan pengawasan yang lebih dari orang tua dan pendidik sekarang ini agar pelajar yang bersikap diluar batas bias diarahkan menjadi lebih baik. Jika tidak ada tindakan yang tegas, tawuran dan tindak asusila akan merajalela serta nilai-nilai bangsa akan hilang begitu saja.

Pengawasan yang ketat memang merupakan kunci utama yang harus dilakukan orang tua dan guru-guru sekarang ini. Karena lingkup termudah yang turut andil dalam pencegahan tidak kekerasan dan asusila terhadap pelajar adalah dimulai dari keluarga dan lingkungan sekolah. Pemerintah pun harus tetap berupaya dalam penuntasan kasus-kasus tersebut melalui aparat setempat dan system keamanan yang berlaku diseluruh wilayah tanah air. Pelajar Indonesia harus diarahkan kepada segala hal yang positif karena merekalah yang menjadi generasi penerus bangsa. Menjadi siswa-siswi yang berprestasi dan membanggakan haruslah menjadi target mereka. Dengan demikian, peran orang tua serta pemerintah dalam mewujudkan generasi bangsa yang cerdas tidak akan sia-sia.

Berikut ini adalah beberapa fakta mengenai penurunan etika dan moral pelajar yang di dapat dari berbagai masyarakat :
  1. 15-20 persen dari remaja usia sekolah di Indonesia sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah
  2. 15 juta remaja perempuan usia 15-19 tahun melahirkan setiap tahunnya
  3. Hingga Juni 2009 telah tercatat 6332 kasus AIDS dan 4527 kasus HIV positif di Indonesia, dengan 78,8 persen dari kasus-kasus baru yang terlaporkan berasal dari usia 15-29 tahun
  4. Diperkirakan terdapat sekitar 270.000 pekerja seks perempuan yang ada di Indonesia, di mana lebih dari 60 persen adalah berusia 24 tahun atau kurang, dan 30 persen berusia 15 tahun atau kurang
  5. Setiap tahun ada sekitar 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia di mana 20 persen diantaranya adalah aborsi yang dilakukan oleh remaja
  6. Berdasarkan data kepolisian, setiap tahun penggunaan narkoba selalu naik. Korban paling banyak berasal dari kelompok remaja, sekitar 14 ribu orang atau 19% dari keseluruhan pengguna.
  7. Jumlah kasus kriminal yang dilakukan anak-anak dan remaja tercatat 1.150 sementara pada 2008 hanya 713 kasus. Ini berarti ada peningkatan 437 kasus. Jenis kasus kejahatan itu antara lain pencurian, narkoba, pembunuhan dan pemerkosaan.
  8. Sejak Januari hingga Oktober 2009, Kriminalitas yang dilakukan oleh remaja meningkat 35% dibandingkan tahun sebelumnya, Pelakunya rata-rata berusia 13 hingga 17 tahun.

Menurunnya etika dan moral di atas disebabkan oleh beberapa faktor :
  1. Longgarnya pegangan terhadap agama. Sudah menjadi tragedi dari dunia maju, dimana segala sesuatu hampir dapat dicapai dengan ilmu pengetahuan, sehingga keyakinan beragama mulai terdesak, kepercayaan kepada Tuhan tinggal simbol, larangan-larangan dan suruhan-suruhan Tuhan tidak diindahkan lagi. Dengan longgarnya pegangan seseorang pada ajaran agama, maka hilanglah kekuatan pengontrol yang ada didalam dirinya. Dengan demikian satu-satunya alat pengawas dan pengatur moral yang dimilikinya adalah masyarakat dengan hukum dan peraturanya. Namun biasanya pengawasan masyarakat itu tidak sekuat pengawasan dari dalam diri sendiri. Karen pengawasan masyarakat itu datang dari luar, jika orang luar tidak tahu, atau tidak ada orang yang disangka akan mengetahuinya, maka dengan senang hati orang itu akan berani melanggar peraturan-peraturan dan hukum-hukum sosial itu. Dan apabila dalam masyarakat itu banyak ornag yang melakukuan pelanggaran moral, dengan sendirinya orang yang kurang iman tadi tidak akan mudah pula meniru melakukan pelanggaran-pelanggaran yang sama. Tetapi jika setiap orang teguh keyakinannya kepada Tuhan serta menjalankan agama dengan sungguh-sungguh, tidak perlu lagi adanya pengawasan yang ketat, karena setiap orang sudah dapat menjaga dirinya sendiri, tidak mau melanggar hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan Tuhan. Sebaliknya dengan semakin jauhnya masyarakat dari agama, semakin sudah memelihara moral orang dalam masyarakat itu, dan semakin kacaulah suasana, karena semakin banyak pelanggaran-pelanggaran, hak, hukum dan nilai moral.
  2. Kurang efektifnya pembinaan moral yang dilakukan oleh rumah tangga, sekolah maupun masyarakat. Pembinaan moral yang dilakukan oleh ketiga institusi ini tidak berjalan menurut semsetinya atau yang sebiasanya. Pembinaan moral dirumah tangga misalnya harus dilakukan dari sejak anak masih kecil, sesuai dengan kemampuan dan umurnya. Karena setiap anak lahir, belum mengertyi man auang benar dan mana yang salah, dan belum tahu batas-batas dan ketentuan moral yang tidak berlaku dalam lingkungannya. Tanpa dibiasakan menanamkan sikap yang dianggap baik untuk manumbuhkan moral, anak-anak akan dibesarkan tanpa mengenal moral itu. Pembinaan moral pada anak dirumah tangga bukan dengan cara menyuruh anak menghapalkan rumusan tentang baik dan buruk, melainkan harus dibiasakan. Zakiah Darajat mangatakan, moral bukanlah suatu pelajaran yang dapat dicapai dengan mempelajari saja, tanpa membiasakan hidup bermoral dari sejak keci. Moral itu tumbuh dari tindakan kepada pengertian dan tidak sebaliknya. Seperti halnya rumah tangga, sekolahpun dapat mengambil peranan yang penting dalam pembinaan moral anak didik. Hendaknya dapat diusahakan agar sekolah menjadi lapangan baik bagi pertumuhan dan perkembangan mental dan moral anak didik. Di samping tempat pemberian pengetahuan, pengembangan bakat dan kecerdasan. Dengan kata lain, supaya sekolah merupakan lapangan sosial bagi anak-anak, dimana pertumbuhan mantal, moral dan sosial serta segala aspek kepribadian berjalan dengan baik. Untuk menumbuhkan sikap moral yang demikian itu, pendidikan agama diabaikan di sekolah, maka didikan agama yang diterima dirumah tidak akan berkembang, bahkan mungkin terhalang. Selanjutnya masyarakat juga harus mengambil peranan dalam pembinaan moral. Masyarakat yanglebih rusak moralnya perelu segera diperbaiki dan dimulai dari diri sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat dengan kita. Karena kerusakan masyarakat itu sangat besar pengaruhnya dalam pembinaan moral anak-anak. Terjadinya kerusakan moral dikalangan pelajar dan generasi muda sebagaimana disebutakan diatas, karena tidak efektifnnya keluarga, sekolah dan masyarakat dalam pembinaan moral. Bahkan ketiga lembaga tersebut satu dan lainnya saling bertolak belakang, tidak seirama, dan tidak kondusif bagi pembinaan moral.
  3. Budaya yang materialistis, hedonistis dan sekularistis. Sekarang ini sering kita dengar dari radio atau bacaan dari surat kabar tentang anak-anak sekolah menengah yang ditemukan oleh gurunya atau polisi mengantongi obat-obat, gambar-gambar cabul, alat-alat kotrasepsi seperti kondom dan benda-banda tajam. Semua alat-alat tersebut biasanya digunakan untuk hal-hal yang dapat merusak moral. Namun gajala penyimpangan tersebut terjadi karena pola hidup yang semata-mata mengejar kepuasan materi, kesenangan hawa nafsu dan tidak mengindahkan nilai-nilai agama. Timbulnya sikap tersebut tidak bisa dilepaskan dari derasnya arus budaya matrealistis, hedonistis dan sekularistis yang disalurkan melalui tulisan-tulisan,bacaan-bacaan, lukisan-lukisan, siaran-siaran, pertunjukan-pertunjukan dan sebagainya. Penyaluran arus budaya yang demikian itu didukung oleh para penyandang modal yang semata-mata mengeruk keuntungan material dan memanfaatkan kecenderungan para remaja, tanpa memperhatikan dampaknya bagi kerusakan moral. Derasnya arus budaya yang demikian diduga termasuk faktor yang paling besar andilnya dalam menghancurkan moral para remaja dan generasi muda umumnya.
  4. Belum adanya kemauan yang sungguh-sungguh dari pemerintah. Pemerintah yang diketahui memiliki kekuasaan (power), uang, teknologi, sumber daya manusia dan sebagainya tampaknya belum menunjukan kemauan yang sungguh-sunguh untuk melakukan pembinaan moral bangsa. Hal yang demikian semaikin diperparah lagi oleh adanya ulah sebagian elit penguasa yang semata-mata mengejar kedudukan, peluang, kekayaan dan sebagainya dengan cara-cara tidak mendidik, seperti korupsi, kolusi dan nepotisme yang hingga kini belum adanya tanda-tanda untuk hilang. Mereka asik memperebutkan kekuasaan, mareri dan sebagainya dengan cara-cara tidak terpuji itu, dengan tidak memperhitungkan dampaknya bagi kerusakan moral bangsa. Bangsa jadi ikut-ikutan, tidak mau mendengarkan lagi apa yang disarankan dan dianjurkan pemerintah, karena secara moral mereka sudah kehiangan daya efektifitasnya. Sikap sebagian elit penguasa yang demikian itu semakin memperparah moral bangsa, dan sudah waktunya dihentikan. Kekuasaan, uang, teknologi dan sumber daya yang dimiliki pemerintah seharusnya digunakan untuk merumuskan konsep pembinaan moral bangsa dan aplikasinya secara bersungguh-sungguh dan berkesinambungan.
  5. Ingin mengikuti trend, bisa saja awalmya para remaja merokok adalah ingin terlihat keren, padahal hal itu sama sekali tidak benar. Lalu kalau sudah mencoba merokok dia juga akan mencoba hal-hal yang lainnya seperti narkoba dan seks bebas.
  6. Himpitan ekonomi yang membuat para remaja stress dan butuh tempat pelarian.
  7. Kurangnya pendidikan Agama dan moral.

Faktor-faktor di atas sebagian besar dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Dengan berkembang pesatnya teknologi pada zaman sekarang ini, arus informasi menjadi lebih transparan. Kemampuan masyarakat yang tidak dapat menyaring informasi ini dapat menggangguetika dan moral remaja. Pesatnya perkembangan teknologi dapat membuat masyarakat melupakan tujuan utama manusia diciptakan, yaitu untuk beribadah.

Untuk mengatasi masalah ini, penulis memberikan beberapa solusi :
  1. Untuk meghindari salah pergaulan, kita harus pandai memilah dan memilih teman dekat. Karena pergaulan akan sangat berpengaruh terhadap etika, moral, dan akhlak.
  2. Peran orang tua sangat penting dalam pembentukan karakter seseorang, terutama dalam mengenalkan pendidikan agama sejak dini. Perhatian dari orang tua juga sangat penting. Karena pada banyak kasus, kurangnya perhatian orang tua dapat menyebabkan dampak buruk pada sikap anak.
  3. Memperluas wawasan dan pengetahuan akan sangat berguna untuk menyaring pengaruh buruk dari lingkungan, misalnya kebiasaan merokok. Orang-orang menganggap bahwa merokok meningkatkan kepercayaan diri dalam pergaulan. Padahal jika dilihat dari sisi kesehatan, merokok dapat menyebabkan banyak penyakit, baik pada perokok aktif maupun pasif. Sehingga kebiasaan ini tidak hanya akan mempengaruhi dirinya sendiri, melainkan juga orang-orang di sekelilingnya.
  4. Meningkatkan iman dan takwa dengan cara bersyukur, bersabar, dan beramal sholeh.
Referensi: Link 1, Link 2

Penerapan Jam Malam di DKI



Sebagai langkah antisipasi anak di bawah umur berkeliaran pada tengah malam, Pemerintah Provinsi DKI akan menerapkan jam malam bagi pelajar. Saat ini, rencana pemberlakukan jam malam bagi pelajar sedang dikaji oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama mengakui penerapan jam malam untuk pelajar sangat sulit dilakukan di Jakarta. Namun, kebutuhan peraturan yang melarang anak-anak di bawah umur khususnya pelajar keluar tengah malam sangat diperlukan. Mengingat, banyak sekali kegiatan negatif di malam hari melibatkan anak-anak dibawah umur.

“Saya rasa itu sulit, makanya harus kami kaji pemberlakuan jam malam pelajar. Kami tidak terlalu berani bilang iya. Karena memang secara logika anak-anak di bawah umum seharusnya tidak boleh keluar tengah malam, apalagi di jalan raya. Kalau itu kan sudah ada undang-undangnya,” 

Ada aturan dalam Undang-Undang No 22 tahun 2009 tentang Angkutan Lalu Lintas dan Jalan Raya, pengemudi kendaraan bermotor harus mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM). Sedangkan untuk mendapatkan SIM telah diatur harus berumur minimal 17 tahun.

Ahok mengungkapkan saat ini pengkajian penerapan jam malam bagi pelajar sedang dalam proses pembahasan. Dari proses tersebut, telah terjadi perdebatan yang alot terhadap kelebihan dan kekurangan pemberlakukan atura tersebut.

Selama peraturan jam malam belum diterapkan, Ahok mengimbau kegiatan anak-anak dapat dikontrol dari lingkungan perumahan dan pengawasan orangtua. Misalnya, anak-anak di bawah umur menginap di hotel pada malam hari bersama orangtuanya atau berjalan-jalan pada malam hari di sekitar hotel merupakan hal yang wajar.

Tindakan yang tidak wajar bila anak-anak pelajar membawa kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat, dan kebut-kebutan di jalan raya pada tengah malam.

Kendati demikian, lanjutnya, Ahok menginginkan dikeluarkannya peraturan jam malam bagi pelajar tidak dilatarbelakangi kasus kecelakaan yang mengakibatkan enam orang tewas oleh Dul, anak pasangan selebritis Ahmad Dhani dan Maia Estianty. Justru aturan tersebut diterbitkan berdasarkan kebutuhan untuk membuat kehidupan para pelajar di Jakarta lebih terarah dan semakin baik.

Kebijakan ini akan menjadi sentilan besar bagi orang tua. Apabila orang tua mampu mengatur anaknya sendiri, maka pemerintah tidak harus turun tangan dan mewacanakan peraturan itu.